Pelaksanaan ACF Tuberkulosis di Desa Ambalkliwonan Kecamatan Ambal
Pelaksanaan ACF Tuberkulosis di Desa Ambalkliwonan Kecamatan Ambal
Ambal. Dalam upaya mengeliminasi penyakit Tuberkulosis (TBC) dan memutus rantai penularannya, Puskesmas Ambal 1 berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Kebumen, telah melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) TBC di Desa Ambalkliwonan Kecamatan Ambal pada Rabu, 15 Oktober 2026.
Kegiatan penemuan kasus TBC secara aktif ini ditujukan untuk mendeteksi dini masyarakat yag berisiko atau bergejala sehingga dapat diberikan pengoobatan dan penanganan medis secara cepat, tapa menunggu pasien datang berobat dalam kondisi berat.
Program ACF TBC menyasar 100 orang yang terdiri atas masyarakat umum, kelompok rentan serta warga yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi: skrining kesehatan berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan gula darah sewaktu dan skrining gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, keringat malam tanpa aktifitas dan penurunan berat badan secara drastis. Bagi warga yang menunjukkan indikasi atau bergejala petugas langsung mengambil sampel dahak untuk dilakukan tes cepat molekuler (TCM) di laboratorium.Selain pemeriksaan fisik, kegiatan ACF juga disertai dengan edukasi dan penyuuhan kesehatan terkait penyakit TBC dan memberikan pemahaman bahwa TBC bisa disembuhkan total jika berobat secara teratur.
Pelaksanaan kegiatan ini berjalan lancar berkat kerjasama yang baik antara tim Puskesmas Ambal 1, Dinkes PPKB Kabuaten Kebumen, Pemerintah Desa Ambalkliwonan serta para kader kesehatan setempat.
Kepala Puskesmas Ambal 1 menyampaikan bahwa penemuan kasus secara aktif (ACF) merupakan langkah krusial. Semakin cepat kasus TBC ditemukan dan diobati hingga tuntas, semakin cepat pula penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar dapat dihentikan. Melalui kegiatan ACF ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Ambalkliwonan terhadap bahaya dan pencegahan TBC semakin meningkat, serta tidak ada lagi stigmatiasi terhadap penderita TBC di lingkungan sosial.
